Bruno Mars-Just The Way You Are

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Rabu, 28 Agustus 2013

PANTUN

PANTUN PERCINTAAN

Jahit setangan pinggirnya dikelim
Baik dikelim kembang kelapa
Rindu dendam kemana nak dikirim
Nak dikirim kepada siapa

Segak menawan datuk penghulu
Mahir berlawan langkahnya tangkas
Kirimkan saja diangin lalu
Atau melalui SMS pesanan ringkas

Hijau daun diranting kayu
Mayang ditabuh bulir hamburan
Hajat dikirim di angin lalu
Sayang dihembus balik haluan

Bukan kacang sembarang kacang
Kacang melilit kayu jati
Bukan datang sembarang datang
Datang melihat sijantung hati

Apa guna pasang pelita
Jika tidak dengan sumbunya
Apa guna bermain mata
Kalau tidak dengan sungguhnya

Ambil gendang di kampung Kandis
Ditabuh ramai ditingkah biola
Makin dipandang semakin manis
Dilabuh hati menyala cinta

Dipanah semata Indera Sakti
Seekor dara dipohon keranji
Sudah sama menaruh hati
Diekor mata konon berjanji

Pat-pat nya
Siapa cepat dia punya.

Lain padang lain belalang
Belalang kunyit dilihat jarang
Asik dok pandang-pandang
Bunga terlepas dikebas orang

Belalang Kunyit dilihat jarang
Kinantan lelah lagi lunglai
Kononnya pula terok bertarung
Bunga terlepas dikebas orang ?
Ditangan Raja lagi diungkai
Kononlah pula ditangan orang
 
Minum air, air dijerang
Untuk dibuat si air ketum
Rasa mabuk tidur belekor
Apa dilihat di tangan orang
Bunganya bukan sekuntum
Kumbangnya bukan seekor

Batu loyang buat asahan
Batunya hitam seruas jari
Bimbang siang boleh ditahan
Bimbang malam serasa mati

Banyak orang mengetam pulut
Saya sendiri mengetam padi
Banyak orang karam dilaut
Saya sendiri karam dihati

Balam mendengut tengah rimba
Balam serati jambul merah
Karam dilaut boleh ditimba
Karam dihati bilakan sudah

Biskut dalam peti
Ambil satu hendak rasa
Kalau diikut hati; mati
Ikut rasa, habis binasa

Rumput manis cemperai hidup
Lada muda perca kain
Jangan menangis bercerai hidup
Sama-sama mencari lain

Ikan belanak hilir berenang
Burung reruak menata sarang
Makan tak enak tidur tak tenang
Konon teringat dinda seorang

Kumbang menyumbang bunga berseri
Bunga ditaman puteri raja
Entahkan benar demikian peri
Atau sekadar cakap sahaja

Api-api unggunan kandis
Damar tumpah dikulit tengar
Laki-laki mulutnya manis
Jika bersumpah jangan didengar

Habis jalan, bangunan bergegar
Tanda bencana yang amat berat
Kalau sumpah selalu dilanggar
Tidak selamat dunia akhirat
 
Dimana tempat murai berbunyi ?
Pokok kekabu ditepi kolam
Dimana tempat kita berjanji ?
Dalam kelambu diatas tilam

Pelbagai penangan telah dibeli
Buat jamuan lepas berzanji
Kerbau dipegang pada tali
Manusia dipegang pada janji

Anak raja mendaki bukit
Patah galah dalam perahu
Pegang tangan jeling sedikit
Hati didalam Allah yang tahu

Buah jering diatas para
Diambil budak sambil berlari
Hingga kering lautan Melaka
Barulah saya mungkir janji

Kalau roboh kota Melaka
Papan di Jawa saya dirikan
Kalau sungguh bagai di kata
Badan dan nyawa saya berikan.

Ke teluk sudah, ke siam sudah
Ke Mekkah saja saya yang belum
Berpeluk sudah bercium sudah
Menikah saja saya yang belum

Si Luncai bermain rodat
Memukul tetawak pelbagai lakunya
Tidak sopan menyalahi beradat
Berbulu mata lihat lakunya

Terang bulan cahaya berseri
Nampak dilihat dari saujana
Siksanya tuan cinta birahi
Semua dibuat serba tak kena

Terang bulan cahaya berseri
Berbalam-balam diperdu rotan
Kalau sungguh cinta birahi
Hantarkan utusan sempurnakan ikatan

Mahu dihitung bilangan bintang
Tidak terkira jumlah adanya
Jika dihitung kasih dan sayang
Tidak terukur sebesar mana

Pinggan tak retak nasi tak dingin
Kalau tak salah orang tak tegor
Orang tak hendak, kenapa awak masih ingin?
Bunga tak sekuntum, kumbang tak seekor

Anak beruk duduk bersanding
Cari makan dalam hutan
Tujuh teluk sudah dibanding
Mana sama padamu tuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar